<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"><channel><title>Bumi Sains</title><link>https://sains.infonarasumber.blog/</link><atom:link href="https://sains.infonarasumber.blog/feed.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><description>Bukti dulu, opini belakangan.</description><language>id</language><lastBuildDate>Fri, 14 Aug 2026 09:29:00 +0700</lastBuildDate><item><title>Matahari khatulistiwa: mengapa energi surya di negara tropis tidak sesederhana kelihatannya</title><link>https://sains.infonarasumber.blog/2026/08/matahari-khatulistiwa-mengapa-energi-surya-di-negara-tropis-tidak.html</link><guid isPermaLink="true">https://sains.infonarasumber.blog/2026/08/matahari-khatulistiwa-mengapa-energi-surya-di-negara-tropis-tidak.html</guid><pubDate>Fri, 14 Aug 2026 09:29:00 +0700</pubDate><dc:creator>Shinta Pramudya</dc:creator><category>Energi</category><description>Sinar matahari memang melimpah sepanjang tahun, tetapi awan, panas, dan debu ikut menentukan berapa banyak listrik yang benar-benar dihasilkan panel surya.</description></item><item><title>Panas bumi: energi dari perut gunung api yang bekerja siang dan malam</title><link>https://sains.infonarasumber.blog/2026/07/panas-bumi-energi-dari-perut-gunung-api-yang-bekerja-siang-dan-malam.html</link><guid isPermaLink="true">https://sains.infonarasumber.blog/2026/07/panas-bumi-energi-dari-perut-gunung-api-yang-bekerja-siang-dan-malam.html</guid><pubDate>Thu, 30 Jul 2026 07:36:00 +0700</pubDate><dc:creator>Vina Hartanto</dc:creator><category>Energi</category><description>Gunung api yang kadang mengancam itu menyimpan panas dalam jumlah raksasa. Begini cara panas itu diubah menjadi listrik, dan mengapa tidak semuanya mudah dimanfaatkan.</description></item><item><title>Sains warga: ketika pengamatan orang biasa menjadi data ilmiah</title><link>https://sains.infonarasumber.blog/2026/05/sains-warga-ketika-pengamatan-orang-biasa-menjadi-data-ilmiah.html</link><guid isPermaLink="true">https://sains.infonarasumber.blog/2026/05/sains-warga-ketika-pengamatan-orang-biasa-menjadi-data-ilmiah.html</guid><pubDate>Mon, 25 May 2026 08:19:00 +0700</pubDate><dc:creator>Shinta Pramudya</dc:creator><category>Riset</category><description>Ribuan pasang mata yang tersebar di seluruh negeri bisa melihat apa yang tidak mungkin dijangkau beberapa peneliti. Syaratnya satu: mencatat dengan jujur dan konsisten.</description></item><item><title>Cara membaca peringatan dini cuaca dari BMKG tanpa panik</title><link>https://sains.infonarasumber.blog/2026/05/cara-membaca-peringatan-dini-cuaca-dari-bmkg-tanpa-panik.html</link><guid isPermaLink="true">https://sains.infonarasumber.blog/2026/05/cara-membaca-peringatan-dini-cuaca-dari-bmkg-tanpa-panik.html</guid><pubDate>Sun, 17 May 2026 20:34:00 +0700</pubDate><dc:creator>Nabila Mahardika</dc:creator><category>Iklim</category><description>Peringatan yang sama bisa membuat satu orang panik dan orang lain mengabaikannya. Keduanya keliru. Peringatan dini dirancang untuk dibaca dengan cara tertentu.</description></item><item><title>Wallacea: garis tak kasatmata yang membelah satwa Indonesia</title><link>https://sains.infonarasumber.blog/2026/05/wallacea-garis-tak-kasatmata-yang-membelah-satwa-indonesia.html</link><guid isPermaLink="true">https://sains.infonarasumber.blog/2026/05/wallacea-garis-tak-kasatmata-yang-membelah-satwa-indonesia.html</guid><pubDate>Fri, 01 May 2026 10:38:00 +0700</pubDate><dc:creator>Vina Hartanto</dc:creator><category>Alam</category><description>Bali dan Lombok hanya dipisahkan selat sempit, tetapi satwanya berasal dari dua dunia yang berbeda. Penjelasannya ada pada laut dalam dan pasang surut zaman es.</description></item><item><title>Mengapa jaringan listrik membutuhkan penyimpanan energi</title><link>https://sains.infonarasumber.blog/2026/04/mengapa-jaringan-listrik-membutuhkan-penyimpanan-energi.html</link><guid isPermaLink="true">https://sains.infonarasumber.blog/2026/04/mengapa-jaringan-listrik-membutuhkan-penyimpanan-energi.html</guid><pubDate>Sat, 25 Apr 2026 09:48:00 +0700</pubDate><dc:creator>Nabila Mahardika</dc:creator><category>Energi</category><description>Listrik harus dipakai pada detik yang sama ketika dihasilkan. Energi surya dan angin yang datang pada jam yang salah tidak banyak gunanya tanpa cara untuk menahannya sejenak.</description></item><item><title>Mangrove: benteng pantai yang tumbuh sendiri</title><link>https://sains.infonarasumber.blog/2026/04/mangrove-benteng-pantai-yang-tumbuh-sendiri.html</link><guid isPermaLink="true">https://sains.infonarasumber.blog/2026/04/mangrove-benteng-pantai-yang-tumbuh-sendiri.html</guid><pubDate>Thu, 23 Apr 2026 16:04:00 +0700</pubDate><dc:creator>Shinta Pramudya</dc:creator><category>Alam</category><description>Hutan yang berdiri di atas lumpur asin ini meredam ombak, menahan tanah, membesarkan anak ikan, dan memperbaiki dirinya sendiri setelah badai. Tidak ada tanggul yang bisa melakukan semua itu.</description></item><item><title>Cara kerja vaksin: melatih tubuh sebelum musuh datang</title><link>https://sains.infonarasumber.blog/2026/04/cara-kerja-vaksin-melatih-tubuh-sebelum-musuh-datang.html</link><guid isPermaLink="true">https://sains.infonarasumber.blog/2026/04/cara-kerja-vaksin-melatih-tubuh-sebelum-musuh-datang.html</guid><pubDate>Sat, 18 Apr 2026 16:37:00 +0700</pubDate><dc:creator>Vina Hartanto</dc:creator><category>Riset</category><description>Vaksin tidak mengobati penyakit. Ia memberi sistem kekebalan kesempatan berlatih mengenali kuman tanpa harus jatuh sakit lebih dulu.</description></item><item><title>Mengapa satu penelitian saja belum cukup: memahami ulasan sejawat dan replikasi</title><link>https://sains.infonarasumber.blog/2026/04/mengapa-satu-penelitian-saja-belum-cukup-memahami-ulasan-sejawat-dan.html</link><guid isPermaLink="true">https://sains.infonarasumber.blog/2026/04/mengapa-satu-penelitian-saja-belum-cukup-memahami-ulasan-sejawat-dan.html</guid><pubDate>Thu, 09 Apr 2026 06:28:00 +0700</pubDate><dc:creator>Irfan Fadillah</dc:creator><category>Riset</category><description>Kopi menyehatkan, lalu kopi berbahaya. Kebingungan pembaca sering lahir dari satu studi yang diperlakukan sebagai kebenaran akhir, padahal sains bekerja dengan cara lain.</description></item><item><title>Mengapa Indonesia dipenuhi gempa dan gunung api: cerita tentang lempeng yang terus bergerak</title><link>https://sains.infonarasumber.blog/2026/03/mengapa-indonesia-dipenuhi-gempa-dan-gunung-api-cerita-tentang.html</link><guid isPermaLink="true">https://sains.infonarasumber.blog/2026/03/mengapa-indonesia-dipenuhi-gempa-dan-gunung-api-cerita-tentang.html</guid><pubDate>Sat, 21 Mar 2026 08:11:00 +0700</pubDate><dc:creator>Vina Hartanto</dc:creator><category>Alam</category><description>Gempa yang nyaris mingguan dan deretan gunung api dari Sumatra hingga Maluku bukan nasib buruk, melainkan akibat langsung dari posisi di pertemuan lempeng-lempeng bumi.</description></item><item><title>Pulau panas perkotaan: mengapa pusat kota terasa lebih gerah daripada pinggirannya</title><link>https://sains.infonarasumber.blog/2026/03/pulau-panas-perkotaan-mengapa-pusat-kota-terasa-lebih-gerah-daripada.html</link><guid isPermaLink="true">https://sains.infonarasumber.blog/2026/03/pulau-panas-perkotaan-mengapa-pusat-kota-terasa-lebih-gerah-daripada.html</guid><pubDate>Sun, 08 Mar 2026 06:35:00 +0700</pubDate><dc:creator>Shinta Pramudya</dc:creator><category>Iklim</category><description>Beton, aspal, dan hilangnya pepohonan membuat kota menyimpan panas siang hingga larut malam. Fenomena ini terukur, dan penyebabnya sekaligus menunjukkan jalan keluarnya.</description></item><item><title>Mengapa Indonesia hanya mengenal dua musim: cara kerja angin monsun</title><link>https://sains.infonarasumber.blog/2026/02/mengapa-indonesia-hanya-mengenal-dua-musim-cara-kerja-angin-monsun.html</link><guid isPermaLink="true">https://sains.infonarasumber.blog/2026/02/mengapa-indonesia-hanya-mengenal-dua-musim-cara-kerja-angin-monsun.html</guid><pubDate>Sat, 28 Feb 2026 16:56:00 +0700</pubDate><dc:creator>Irfan Fadillah</dc:creator><category>Iklim</category><description>Hujan dan kemarau di Indonesia bukan kebetulan, melainkan hasil pergerakan angin raksasa antara benua Asia dan Australia yang berbalik arah tiap setengah tahun.</description></item><item><title>Magnitudo dan intensitas gempa: dua angka yang sering tertukar</title><link>https://sains.infonarasumber.blog/2026/02/magnitudo-dan-intensitas-gempa-dua-angka-yang-sering-tertukar.html</link><guid isPermaLink="true">https://sains.infonarasumber.blog/2026/02/magnitudo-dan-intensitas-gempa-dua-angka-yang-sering-tertukar.html</guid><pubDate>Tue, 24 Feb 2026 09:15:00 +0700</pubDate><dc:creator>Nabila Mahardika</dc:creator><category>Riset</category><description>Satu gempa hanya punya satu magnitudo, tetapi punya banyak nilai intensitas. Memahami bedanya membantu menilai bahaya tanpa panik berlebihan atau meremehkan.</description></item><item><title>Mengapa api di lahan gambut sulit dipadamkan</title><link>https://sains.infonarasumber.blog/2026/02/mengapa-api-di-lahan-gambut-sulit-dipadamkan.html</link><guid isPermaLink="true">https://sains.infonarasumber.blog/2026/02/mengapa-api-di-lahan-gambut-sulit-dipadamkan.html</guid><pubDate>Sat, 14 Feb 2026 10:30:00 +0700</pubDate><dc:creator>Nabila Mahardika</dc:creator><category>Alam</category><description>Api gambut membakar ke bawah tanah tanpa nyala, bertahan berminggu-minggu, dan sering muncul kembali di tempat yang tampak sudah padam. Pencegahannya dimulai dari air, bukan dari api.</description></item><item><title>El Nino dan La Nina: apa yang sebenarnya terjadi di Samudra Pasifik</title><link>https://sains.infonarasumber.blog/2026/02/el-nino-dan-la-nina-apa-yang-sebenarnya-terjadi-di-samudra-pasifik.html</link><guid isPermaLink="true">https://sains.infonarasumber.blog/2026/02/el-nino-dan-la-nina-apa-yang-sebenarnya-terjadi-di-samudra-pasifik.html</guid><pubDate>Fri, 06 Feb 2026 09:41:00 +0700</pubDate><dc:creator>Vina Hartanto</dc:creator><category>Iklim</category><description>Dua nama yang kerap disalahkan atas kemarau panjang dan hujan berlebih itu bermula ribuan kilometer dari Indonesia, dari angin dan air hangat yang berpindah tempat.</description></item><item><title>Pemutihan karang: ketika laut yang terlalu hangat membuat terumbu kehilangan warnanya</title><link>https://sains.infonarasumber.blog/2026/01/pemutihan-karang-ketika-laut-yang-terlalu-hangat-membuat-terumbu.html</link><guid isPermaLink="true">https://sains.infonarasumber.blog/2026/01/pemutihan-karang-ketika-laut-yang-terlalu-hangat-membuat-terumbu.html</guid><pubDate>Wed, 21 Jan 2026 20:15:00 +0700</pubDate><dc:creator>Irfan Fadillah</dc:creator><category>Iklim</category><description>Karang adalah hewan yang hidup bersama alga mikroskopis. Ketika air laut terlalu hangat terlalu lama, kemitraan itu putus dan terumbu berubah putih seperti tulang.</description></item><item><title>Mikrohidro: listrik dari aliran sungai kecil untuk desa terpencil</title><link>https://sains.infonarasumber.blog/2026/01/mikrohidro-listrik-dari-aliran-sungai-kecil-untuk-desa-terpencil.html</link><guid isPermaLink="true">https://sains.infonarasumber.blog/2026/01/mikrohidro-listrik-dari-aliran-sungai-kecil-untuk-desa-terpencil.html</guid><pubDate>Mon, 19 Jan 2026 17:11:00 +0700</pubDate><dc:creator>Irfan Fadillah</dc:creator><category>Energi</category><description>Tanpa membendung sungai, pembangkit kecil ini mengalirkan listrik ke lembah yang tidak terjangkau jaringan nasional, dan membuat hutan di hulu menjadi aset yang dijaga.</description></item><item><title>Perjalanan sampah plastik dari selokan ke laut</title><link>https://sains.infonarasumber.blog/2026/01/perjalanan-sampah-plastik-dari-selokan-ke-laut.html</link><guid isPermaLink="true">https://sains.infonarasumber.blog/2026/01/perjalanan-sampah-plastik-dari-selokan-ke-laut.html</guid><pubDate>Tue, 13 Jan 2026 09:36:00 +0700</pubDate><dc:creator>Irfan Fadillah</dc:creator><category>Alam</category><description>Sebagian besar plastik di lautan tidak dibuang ke laut. Ia bermula di selokan depan rumah, lalu hujan dan sungai menyelesaikan sisanya.</description></item><item><title>Memanaskan air adalah pekerjaan paling boros di rumah, dan air memang keras kepala</title><link>https://sains.infonarasumber.blog/2025/12/memanaskan-air-adalah-pekerjaan-paling-boros-di-rumah-dan-air-memang.html</link><guid isPermaLink="true">https://sains.infonarasumber.blog/2025/12/memanaskan-air-adalah-pekerjaan-paling-boros-di-rumah-dan-air-memang.html</guid><pubDate>Tue, 23 Dec 2025 19:46:00 +0700</pubDate><dc:creator>Vina Hartanto</dc:creator><category>Energi</category><description>Air butuh energi jauh lebih banyak daripada hampir semua bahan lain untuk naik satu derajat saja.</description></item><item><title>Semut berbaris mengikuti jejak bau: cara satu koloni berpikir tanpa pemimpin</title><link>https://sains.infonarasumber.blog/2025/12/semut-berbaris-mengikuti-jejak-bau-cara-satu-koloni-berpikir-tanpa.html</link><guid isPermaLink="true">https://sains.infonarasumber.blog/2025/12/semut-berbaris-mengikuti-jejak-bau-cara-satu-koloni-berpikir-tanpa.html</guid><pubDate>Mon, 22 Dec 2025 19:55:00 +0700</pubDate><dc:creator>Nabila Mahardika</dc:creator><category>Alam</category><description>Tidak ada semut yang tahu peta, tetapi barisannya selalu menemukan gula di meja dapur.</description></item></channel></rss>