Edisi 14 Agustus 2026Bukti dulu, opini belakangan.
← Bumi SainsAlam

Mengapa batu di sungai bulat tetapi batu di lereng gunung bersudut

Setiap batu kali menyimpan catatan perjalanan panjang yang menghaluskan sudut-sudutnya.

Minggu lalu saya menyusuri sungai kecil di kaki gunung, dan ada satu hal yang terasa menarik: makin ke hulu, batunya makin bersudut dan kasar. Makin ke hilir, makin bulat dan halus. Pola ini begitu rapi sehingga ahli geologi memakainya untuk menebak seberapa jauh sebuah batu sudah menempuh perjalanan.

Batu dimulai sebagai pecahan dari batuan induk di lereng. Pecahan itu bersudut tajam, karena retakan batu mengikuti bidang-bidang lemah yang lurus. Saat hujan deras dan banjir, pecahan itu terbawa arus, bergulir, saling bertumbukan, dan bergesekan dengan dasar sungai.

Baca juga: Mengapa sungai di dataran rendah hampir tidak pernah lurus

Sudut adalah bagian yang paling rapuh. Tumbukan kecil mudah mematahkan ujung yang runcing, sementara permukaan yang rata lebih tahan. Jadi setiap tumbukan cenderung menghilangkan sudut, bukan bidang. Lama-lama tidak ada sudut tersisa, dan yang tinggal adalah bentuk bulat atau lonjong.

Selain bentuknya, ukurannya juga mengecil. Batu besar di hulu berubah menjadi kerikil di tengah, lalu pasir di muara, dan akhirnya lumpur yang mengendap di laut. Pantai berpasir pada dasarnya adalah gunung yang sudah dihaluskan oleh air selama waktu yang sangat panjang.

Jenis batunya juga berpengaruh. Batu yang lunak membulat dalam jarak pendek, batu yang keras bisa menempuh jauh lebih lama sebelum sudutnya hilang. Karena itu, di satu sungai Anda bisa menemukan batu bulat dan batu bersudut berdampingan, dan itu bukan kebetulan, melainkan dua cerita perjalanan yang berbeda.

Lain kali Anda memegang batu kali yang licin, bayangkan berapa banyak banjir yang sudah ia lewati.

OH
Oka HakimOka menulis untuk Bumi Sains dari 2022 hingga 2025 dan menjadi penulis terbanyak pada periode itu dengan dua puluh artikel tentang iklim dan energi. Ia dikenal di redaksi karena menolak kata sifat dalam judul dan menggantinya dengan angka yang dapat diperiksa.
Dapatkan tulisan baru Bumi Sains lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.