Edisi 14 Agustus 2026Bukti dulu, opini belakangan.
← Bumi SainsAlam

Rayap: perusak kusen rumah, pekerja penting di lantai hutan

Makhluk yang kita benci di rumah adalah makhluk yang membuat hutan tropis tidak tenggelam dalam kayu mati.

Awal Juni, ketika kemarau mulai mengeringkan udara, banyak orang menemukan tanda yang sama di rumah: lorong tanah tipis merayap di dinding, kusen yang tiba-tiba rapuh ketika ditekan, atau laron yang berhamburan dari celah lantai di sore hari. Rayap memang pantas dianggap musuh di dalam rumah. Tetapi di luar rumah, di lantai hutan, serangga yang sama memegang salah satu pekerjaan terpenting dalam seluruh ekosistem.

Kayu terbuat dari serat yang sangat kuat dan sulit dicerna. Hampir tidak ada hewan yang bisa mengolahnya langsung. Rayap bisa, bukan karena ia sendiri hebat, melainkan karena di dalam ususnya hidup mikroorganisme yang mampu memecah serat kayu menjadi gula. Rayap menyediakan tempat tinggal dan serbuk kayu; penghuni ususnya menyediakan enzim. Keduanya tidak bisa hidup tanpa yang lain.

Baca juga: Stalaktit dan stalagmit: tetesan air yang membangun batu di dalam gua

Pabrik daur ulang hutan tropis

Di hutan tropis, pohon tumbang, ranting patah, dan daun jatuh terjadi terus-menerus. Tanpa pengurai yang cepat, lantai hutan akan tertimbun kayu mati yang mengunci nutrisi di dalamnya. Rayap, bersama jamur, mengubah kayu itu kembali menjadi bahan yang bisa diserap akar. Koloni rayap juga menggali terowongan di dalam tanah, membuatnya gembur dan memudahkan air meresap, pekerjaan yang di hutan setara dengan yang dilakukan cacing tanah di kebun.

Sarang mereka pun tidak sembarangan. Gundukan rayap tertentu punya sistem lorong yang mengatur aliran udara sehingga suhu dan kelembapan di dalamnya relatif stabil walau cuaca di luar berubah. Para arsitek mempelajarinya untuk merancang bangunan yang sejuk tanpa pendingin.

Mengapa mereka masuk ke rumah

Bagi rayap, kusen jati dan rangka atap tidak berbeda dari batang kayu tumbang. Rumah yang lembap, berhubungan langsung dengan tanah, dan memiliki kayu yang menyentuh tanah adalah hutan kecil yang nyaman. Menjaga kayu tetap kering, memberi jarak antara kayu dan tanah, serta memeriksa lorong tanah secara rutin biasanya lebih menentukan daripada racun. Memusuhi rayap di rumah masuk akal. Tetapi di luar sana, dialah yang menjaga hutan tetap bersih.

OH
Oka HakimOka menulis untuk Bumi Sains dari 2022 hingga 2025 dan menjadi penulis terbanyak pada periode itu dengan dua puluh artikel tentang iklim dan energi. Ia dikenal di redaksi karena menolak kata sifat dalam judul dan menggantinya dengan angka yang dapat diperiksa.
Dapatkan tulisan baru Bumi Sains lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.