Edisi 14 Agustus 2026Bukti dulu, opini belakangan.
← Bumi SainsIklim

Umpan balik es dan albedo: mengapa Bumi yang mencair menyerap lebih banyak panas

Permukaan putih memantulkan matahari, permukaan gelap menelannya. Ketika es menyusut, planet ini berganti warna.

Umpan balik es dan albedo: mengapa Bumi yang mencair menyerap lebih banyak panas
Foto: S / Wikimedia Commons (CC BY 2.0)

Pakaian putih terasa lebih sejuk di siang April yang terik daripada pakaian hitam, dan alasannya sama dengan salah satu mekanisme paling penting dalam iklim. Permukaan terang memantulkan sebagian besar sinar matahari; permukaan gelap menyerapnya dan menghangat. Ilmuwan menyebut tingkat pemantulan itu albedo, dan di skala planet, albedo Bumi ditentukan oleh awan, gurun, hutan, laut, dan di atas semuanya, es.

Salju dan es laut termasuk permukaan paling terang di Bumi; laut terbuka termasuk yang paling gelap. Ketika es laut mencair, bidang putih yang memantulkan matahari digantikan air gelap yang menyerapnya. Air yang menyerap lebih banyak panas menjadi lebih hangat, dan air yang lebih hangat mencairkan lebih banyak es di tepinya. Setiap langkah memperkuat langkah berikutnya. Inilah yang disebut umpan balik positif: positif bukan berarti baik, melainkan memperbesar perubahan awal, ke arah mana pun perubahan itu.

Baca juga: Laut yang lambat panas dan lambat dingin: penyimpan panas terbesar di planet ini

Lingkaran yang bekerja dua arah

Umpan balik yang sama bekerja sebaliknya. Dalam masa dingin di sejarah Bumi, es yang meluas memantulkan lebih banyak matahari, mendinginkan udara, dan memperluas es lebih jauh. Mekanisme ini membantu menjelaskan mengapa Bumi bisa beralih antara keadaan hangat dan dingin dengan dorongan awal yang relatif kecil. Ia juga menjelaskan mengapa kutub menghangat lebih cepat daripada daerah tropis: di sanalah ada es yang bisa hilang, dan karena itu di sanalah umpan balik paling kuat.

Mengapa daerah tropis ikut merasakannya

Bagi kita yang jauh dari es, pengaruhnya datang lewat jalan memutar. Selisih suhu antara kutub dan khatulistiwa adalah mesin penggerak angin besar dan arus laut. Ketika kutub menghangat lebih cepat, selisih itu menyempit, dan pola angin serta jalur badai dapat bergeser. Es yang mencair di daratan juga menambah air ke laut, yang pada akhirnya terasa sebagai pasang yang lebih tinggi di kampung pesisir mana pun.

Umpan balik es dan albedo adalah pengingat bahwa iklim bukan tombol yang bergerak lurus mengikuti tangan yang memutarnya. Beberapa bagiannya mendorong dirinya sendiri, dan itulah sebabnya dorongan awal yang kecil pantas ditanggapi serius.

SP
Shinta PramudyaShinta menulis dua belas artikel sejak 2024 tentang mangrove, pulau panas perkotaan, dan energi surya di garis khatulistiwa. Ia mengukur sendiri suhu permukaan trotoar dan taman di kotanya dengan termometer inframerah sebelum menulis tentang pulau panas.
Dapatkan tulisan baru Bumi Sains lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.