Edisi 14 Agustus 2026Bukti dulu, opini belakangan.
← Bumi SainsAlam

Cicak di plafon: rahasia kaki yang menempel tanpa lem

Jutaan rambut mikroskopis memanfaatkan gaya tarik antarmolekul yang biasanya terlalu lemah untuk kita rasakan.

Cicak di plafon: rahasia kaki yang menempel tanpa lem
Foto: A / Wikimedia Commons (CC BY 2.0)

Hampir setiap rumah di Indonesia punya penghuni yang satu ini. Ia muncul saat lampu menyala, berjalan terbalik di plafon seolah gravitasi tidak berlaku, lalu berhenti tepat di samping lampu menunggu serangga datang. Cicak begitu biasa sehingga kita jarang bertanya: bagaimana ia bisa menempel di permukaan yang licin, bahkan kaca, tanpa jatuh?

Jawabannya bukan lem, bukan pengisap, dan bukan kuku yang menancap. Kalau kita perhatikan telapak kaki cicak, ada lipatan-lipatan halus melintang. Di bawah mikroskop, lipatan itu ternyata ditumbuhi rambut-rambut yang sangat rapat, dan ujung setiap rambut bercabang lagi menjadi serabut yang jauh lebih halus. Ujung-ujung inilah yang menyentuh permukaan.

Baca juga: Pantai yang berjalan: pasir yang terus berpindah dan garis pantai yang tidak pernah diam

Gaya lemah yang dikalikan jutaan

Antara dua molekul yang berdekatan selalu ada gaya tarik yang sangat lemah, muncul dari pergerakan muatan listrik di dalam molekul itu sendiri. Gaya ini terlalu kecil untuk kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari karena permukaan benda, sehalus apa pun kelihatannya, sebenarnya kasar dan hanya bersentuhan di sedikit titik. Serabut kaki cicak mengatasi masalah ini. Karena begitu halus dan lentur, serabut itu mengikuti setiap lekuk mikroskopis permukaan dan bersentuhan sangat dekat di titik yang tak terhitung banyaknya. Gaya yang lemah, dikalikan jumlah titik kontak yang luar biasa, menjadi cukup untuk menahan berat seekor cicak dan lebih.

Yang menarik, cicak tidak pernah terjebak oleh cengkeramannya sendiri. Serabut itu menempel kuat saat ditarik pada sudut tertentu dan lepas dengan mudah saat kaki digulung ke arah lain. Itulah sebabnya cicak bisa berlari di plafon tanpa terdengar tersendat: setiap langkah adalah menempel dan melepas dalam sekejap.

Mengapa kaca basah jadi masalah

Mekanisme ini bekerja paling baik pada permukaan kering. Lapisan air mengganggu jarak kontak antara serabut dan permukaan, dan cicak yang memanjat kaca jendela yang berembun sering terlihat tergelincir. Debu juga bisa menyumbat serabut, meski kaki cicak punya cara membersihkan diri sendiri sambil berjalan.

Para perekayasa sudah lama mencoba meniru kaki cicak untuk membuat perekat yang bisa menempel dan lepas berulang kali tanpa meninggalkan bekas. Hasilnya belum sebaik aslinya. Penghuni plafon rumah kita, yang sering dianggap sekadar pengganggu, membawa salah satu desain paling canggih yang pernah dihasilkan evolusi.

IF
Irfan FadillahIrfan menulis untuk Bumi Sains sejak 2024 dan telah menerbitkan lima belas artikel tentang monsun, mikrohidro, dan cara kerja ulasan sejawat. Ia selalu menyertakan nomor DOI setiap studi yang dikutipnya dalam catatan kaki naskah sebelum menyerahkannya ke penyunting.
Dapatkan tulisan baru Bumi Sains lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.